BLINK : The Power of Thinking without Thinking

Blink : The Power of Thinking without Thinking. Penulis : Malcolm Gladwell. Penerbit : Brown and Company, New York.
Buku yang dituturkan dengan memikat ini berkisah tentang proses berpikir mengambil keputusan secara cepat (snap decision) : sebuah proses berpikir yang dilakukan dalam hitungan detik, dalam sekerdipan mata. Blink. Sejumput proses yang semestinya bersifat kompleks namun dapat dilakukan secara ekspres dan akurat. Itulah mengapa subjudul ini sungguh sangat tepat : the power of thinking without thinking.
Buku ini ditulis oleh Malcolm Gladwell, seorang jurnalis dari majalah New Yorker (sebuah majalah yang para wartawannya pasti sudah menulis buku; dan ajaibnya semua buku yang ditulis wartawan majalah New Yorker pasti bagus dan menggemparkan). Buku Blink ini berminggu-minggu menduduki posisi New York Times Best Seller, seperti juga karya Gladwell sebelumnya, Tipping Point. Lewat dua karyanya yang keren dan laris manis ini, Malcolm mendadak melambung menjadi public speaker yang diburu para event organizer dimana-mana. Padahal sebelumnya ia “hanyalah” reporter biasa dengan latar pendidikan sastra Inggris.
Blink pada intinya merupakan narasi atas beragam temuan riset dalam bidang decision making yang telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal akademis (dan juga ditulis oleh para pakar dibidang tersebut). Gladwell sendiri bukan merupakan pakar decision making. Yang menjadi kekuatan Gladwell adalah ini : ia mampu merangkum dan menuturkan kembali beragam hasil riset itu dalam bahasa yang populer, renyah dan enak untuk dibaca. Itulah kekuatan utama buku ini, dan itu pula yang menyebabkan buku ini laku keras bak kacang goreng.
Tesis utama yang hendak diajukan dalam buku ini adalah bahwa proses snap decision making yang acap didasarkan pada intuisi seringkali lebih powerful dibanding proses pengambilan keputusan yang dilakukan secara formal dan melalui analisa yang ekstensif. Dalam kenyataan profesi sehari-hari, fenomena semacam ini acap kita temui. Misal, bagaimana seorang headhunter – melalui intuisinya yang terlatih -- mampu mendeteksi kapasitas kandidat yang diseleksinya hanya dalam beberapa menit awal ketika mereka bertemu. Atau juga seorang trader ulung – dengan kekuatan intuitif atau ”hunch” yang dimilikinya mampu memutuskan jenis saham apa yang harganya akan naik beberapa hari mendatang.
Toh demikian proses pengambilan keputusan secara cepat dan akurat itu tidak dapat dicapai dalam sekejap. Buku ini menuturkan bahwa terdapat proses akumulasi pengetahuan dan pengalaman yang panjang sebelum seseorang mampu menjadi decision maker yang cepat dan akurat. Akumulasi pengetahuan disini bukan semata berdasar pada pengetahuan formal (explicit knowledge) yang bersifat ”ilmiah”; namun lebih didasarkan pada pengetahuan implisit (tacit knowledge) yang tumbuh setelah melalui proses pengalaman yang panjang.
Proses pengambilan keputusan intuitif ini memang mesti didasarkan pada ”tacit knowledge” yang matang dan pengalalaman yang kaya agar ia menjadi akurat – dan tidak sekedar cepat tapi justru menghasilkan keputusan yang semborono. Disinilah, Gladwell juga menguraikan kiat agar agar snap decision yang kita lakukan tidak terjebak pada ”false impression” atau juga keputusan cepat yang dibangun atas dasar stereotipe yang tidak obyektif.
Buku ini diperkaya dengan aneka kasus yang aktual dan menarik untuk memperjelas konsep-konsep yang telah dibentangkan. Dan dengan gaya bahasa yang mengalir, buku the power of thinking without thinking ini mampu menghadirkan lansekap proses berpikir mengambil keputusan dengan penuh kedalaman. Setelah tuntas membaca buku ini kita tiba-tiba seperti dihadapkan pada sebuah renungan : apakah selama ini kita telah benar-benar berpikir?

